Aku sebenernya cukup tertekan karena sebentar lagi bakal ada ujian Mandiri ITB, dan itu perlu banyak persiapan, latihan soal, serta ketekunan. Namun, kondisi aku cukup banyak materi yang belum kudalami, banyak soal yang belum bisa kukerjakan, banyak konsep yang masih ragu. Hal itu membuatku tertekan dan banyak pikiran. Puncaknya di hari Senin ini, dimana aku tetap belajar MTK dari AI yang kadang2 berubah dari sesi belajar menjadi kesel sendiri sama AI sebab soal dan materi terlalu susah atau gak relevan, tapi sembari aku sedang memikirkan masa depanku, Ibuku rasanya tidak peduli, dia hanya bisa komplain sana sini karena masalah sepele di rumah ini, entah karena pensil ipad nya tidak berfungsi atau hal-hal kecil lainnya.
Yang bikin kesalnya lagi, saat sedang fokus-fokusnya belajar matematika, bisa-bisanya dia sempat memencet jerawat di tengkuk leherku saat aku sedang mencoba mengerjakan soal. Sesaat setelah itu aku menjerit nyeri kesakitan dan memukul mejaku keras-keras "GUUBBRAKK" Sambil menggerutu "Orang lagi kerja keras raih PTN kok diganggu karena JERAWAT, trus nanti mau gimana kedepannya....." dengan meneteskan air mata karena bingung dan frustasi.
Suasana kamarku menjadi sepi, hanya ada dentikan piano jazz di earbudsku, ibu terdiam, aku pun merasa aku sudah terlalu berlebihan. Kucoba untuk mengembalikan fokusku, tetapi tidak bisa, mataku buram, penuh air mata. Aku berbalik kebelakang, melihat ibuku yang kaget. Seketika aku berkata"Ma-ma-maafkan aku Ibu, A-aku berlebihan....." kurasa ini pertama kalinya aku sebegitu kesalnya, sekaligus frustasi dalam hidupku. Ibuku langsung memelukku dan meminta maaf karena hal tersebut, aku hanya bisa menangis. Tangisan ingin dapat berjuang meraih masa depan, meraih mimpi, membuat orang tua bahagia...Tak kusangka hari ini akan terjadi hal seperti demikian.....Mungkin ini adalah suatu tanda.....
No comments:
Post a Comment