Wednesday, May 20, 2026

Reuni SKS Setelah UTBK

 Wooow....Hari ini kerasa seru cok. Untungnya gua bawa board game sama jenga buat ngisi waktu-waktu terakhir kita. Rasanya gak sabar ya pengen keliatan keren didepan temen2 yaitu keterima di ITB....Tetapi, gua juga sadar kebiasaan buruk gua yaitu suka nunda-nunda pekerjaan dan menggunakan waktu untuk hal-hal yang gak terallu bermanfaat kayak doomscroll dan teman-temannya. Ada rasa nostalgia saat bertemu temen2 lagi, sangat rindu dan ingin bermain-mainlagi. Bermain bola saat pelajaran olahraga, bercanda tentang hal-hal konyol. TIduran di belakang kelas dengan tikar plastik seadanya.

Tak kerasa rasanya akan tidak bertemu lagi, mungkin ada perasaan lega sekaligus khawatir, dan enggan berpisah. Namun, hidup harus terus berjalan, jarum jam hidup tidak bisa diputar ulang, semua hal yang sudah ku lakuakan di SMA, walau ada kekurangan dan kesempatan yang terlewat anggap sebagai pelajaran bagi kedepanannya, yang terpenting adalah tetap melakukan suatu hal yang terus secara konsisten (seperti aku menulis blog setiap hari), dan belajar dari kesalahan yang memalukan di masa SMA.

Akupun sadar telah melewatkan kesempatan untuk dapat ngobrol lebih dalam dengan temen2 sks gue. Kadang2 gua merasa gua kurang dapat berinteraksi secara spontan dan khas. Memang ada hal yang gue merasa insecure dan minder. Namun, apalah sudah, semua yang bertemu akan berpisah jua pada waktunya. Mungkin tugas gua di SKS bukan buat jadi penghibur, tetapi untuk menjadi sesuatu yang lain. Hanya karena gua gak bisa basa-basi yang lancar dan penanggapan gua tentang suatu hal gagap, jadi mungkin gua lebih nyaman sama menulis.

Tak bisa dipungkiri banyak masa-masa di SMA yang harusnya kunikmati kugunakan untuk fokus belajar, terutama saat masa-masa awal, gua merasa terlalu mengejar prestasi akademik tanpa sempat bersosialisasi lebih dalam lagi dengan teman2 gua. Gua minder, takut mulai darimana, tetapi, gua baru baca nih kiasan yang andai gua baca lebih awal, "Jangan tunggu sampai semangat untuk memulai sesuatu, lakukanlah hal itu baru semangat akan mengikuti." (dikutip dari omjay). Quote ini sangat nempel dengan gua karena banyak momen-momen dimana gua bimbang, bingung mulai darimana, ragu, entah dari hal percakapan, bertanya tentang sesuatu, ataupun sekedar ingin basa-basi.

Terkadang, di masa SMA yang lebih aman untuk melakukan kesalahan, gua malah memikirkan untuk bermain aman terlalu aman malah. Dan sekrang gue menjadi ranking 1 dan rapot gua rata2nya paling tinggi, gua masih minder tentang pengumuman UTBK yang akan diumumkan 5 hari lagi tanggal 25 mei 2026. Karena ini kesalahan gue, gue terlalu menganggap diri gua banyak tahu segala hal, jadi malas tahu akan hal-hal lain, akhirnya gua tunda-tunda belajar, belajarnya gak fokus, fokus pada hal-hal yang hanya bisa dicapai jika blajar, jadinya? Yang awalnya gua striving, lama-kelamaan gua mulai menurun baik secara mental maupun performa. 

Entah, mungkin ada beberapa faktor atau penyebab dari ini, mungkin penurunan kualitas kepercayaan kepada Tuhan, kemunduran nilai-nilai yang dulu dianggap sakral mungkin menjadi salah satu domino yang menjatuhkan banyak hal, mungkin bukan itu penyebabnya karena sekarang gua mulai berpikir secara lebih komprehensif tapi dangkal. Entahlah.....gue gak pahammm dan gelisah kalau mikir itu. Kualitas belajar dan kerajinan gua terlalu banyak terpakai di awal-awal semester, sebab ada keyakinan saat itu untuk menjadi yang terbaik, tapi lama -kelamaan terbawa arus dan makin lama makin menurun.

Intinya, bagi gue cara untuk mendapatkan manfaat maksimal saat SMA bukanlah tentang berpikir ke belakang seharusnya begini-begitu, tetapi bagaimana dapat menggunakan pengalaman-pengalaman itu untuk menjadi lebih baik di dunia yang lebih tangguh dan serius. Mungkin ini bukan akhir, tetapi awalan yang menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Mungkin ini jalan yang ingin Tuhan tunjukkan kepadaku, agar jangan terlalu bergantung kepada manusia, karena sifat manusia dapat berubah semata-mata, melainkan fokus kepada hubungan kepada Tuhan, bagaimana kita melakuakn suatu hal berdasarkan keyakinan akan suatu prinspi yang kokoh. Mungkin itu yang Tuhan ingin perlihatkan ke saya.

Terlepas dari itu, gue harap diri gue mampu belajar dari kesalahan-kesalahan gue di SMA ini untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Amiin.... Sebagai penutup, gua akan membagikan quote yang gua buat sendiri: "Saat engkau merasa seperti dirimu sekarang tak akan bisa berubah, semua hal terkesan mustahil, segalanya tampak ambruk, ingatlah untuk apa tubuhmu diciptakan." Aseekkk,.,.,

Rabu, 20 Mei 2026 

21:16

Foto kembar lagi terlelap...sumber:dokpri


Tuesday, May 19, 2026

Ordal dan Pikiran berantakan

 

Ahhh.....Hari yang melelahkan. Ada semacam rasa bersalah dan rasa kebodohan dalam diri gua pada hari ini. Jadi tuh, hari selasa ini gua sama emak dan uti gua, ada rencana untuk bikin sim buat gua. Yang menjadi pembedanya adalah gua gak disuruh tes teori, tes kemahiran, lewatin track dulu untuk mendapatkan sim gua. 

    Maksud gua gini, gua bersyurkur punya orang tua yang punya banyak kenalan, apalagi yang menyangkut hal serupa, tapi timbul pikiran di benak gua kalau misalkan gua kurang testimoni dari sim gua. Bagai katak dalam tempurung, gua merasa diri gua belum berhak untuk mendapatkan sim walaupun gua udah les nyetir tapi pengujian terakhir kan terletak di ujian mendapatkan sim.

    Namun, apadaya karena tidak ada pihak yang bisa disalahkan disini, kendati gua menerima sim gua dengan mudah bagai membayar bakso dipinggir jalan sebesar 700 rb. Disini gua sadar, ternyata orang dalem bisa punya kelebihan, tetapi apakah hal ini menggangu gua? Karena gua ngerasa gak enak aja dengan orang yang bersusah payah tes berulang kali untuk mendapatkan sim yang layak. 

    Ingin dalam pikiran gua untuk dapat selayaknya mendaptkan sim dengan cara yang benar, tetapi gua juga harus patuh terhadap ortu yang sudah merawat gua dari kecil. Memang sedikit dilematis, tapi apa yang bisa gua buat? Yang penting gua gak menggangu atau menghalangi atau membuat orang lain kerepotan. Seperti yang kami alami saat perjalanan berangkat dan pulang dari SAMSAT polri.

    Entah kenapa ya, gua pikir cara uti gua menyetir mobil agak....agresif. Jadi rasanya, seperti setiap 5 menit kita mendapat klakson dari orang lain. Dan mereka mendismiss itu dengan alasan mereaka sendiri. Namun, mari kita liat secara analisis, semua orang pasti ingin mencapai destinasi mereka dengan lancar, tetapi kami kadang merasa ragu didalam perjalanan, entah karena bingung mau lurus atau belok, waktunya mutar balik atau lurus, atau mungkin ragu saja. 

    Semestinya, (evaluasi buat gua), gua sebagai penumpang di depan membuka peta untuk navigasi, alih-alih diam saja mengamati, dan juga gua merasa ada sedikit kekesalan dalam ambiguitas petunjuk dari ibu gua, sebab dari dulu jika ada sebuah belokan, dia pasti ragu apakah disini beloknya atau depan lagi. Gua rasa ini hal yang wajar, tapi gua juga harus terlibat lah dalam hal ini.

    Sekaligus berbicara tentang keterlibatan, kadang-kadang gua merasa lelah jika orang2 entah siapa saja, terus saja berbicara tanpa jeda, entah itu hal yang tidak penting sampai tidak penting sekali, ingin rasanya terlibat tapi takut harus mulai darimana, tetapi kalau dibiarkan malah bikin pusing.

    Sekali lagi berbicara tentang klaskon mobil lain dibelakang kita, memang kita banyak melakukan kesalahan dan belokan yang arogan, tetapi andaikan gua bisa lebih mengarahkan dengan yakin....Sudahlah mungkin gua butuh istirahat.


Selasa 19 Mei 2026

14:07

Monday, May 18, 2026

Begeraklah!

Kamar belajar setelah dirapihkan dari mr diy. sumber:dokpri

 Hari Senin ini terasa adanya sedikit perubahan dalam cara berpikir aku. Bangun tidur aku tak tahu harus mengerjakan apa, semua tugas terasa berat, motivasi mendadak hilang. Ingin rasanya rebahan di kasur dengan nge-scroll reels instagram yang bikin mati rasa dan bikin waktu berlalu bagai angin sepanjang hari.

    TAPI, semuanya berubah saat waktu tu pagi-pagi jam 10 aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar rumah. Terasa ada kemauan dalam diri gua waktu itu untuk bilang ke diri sendiri "WOI, KALO LU DIRUMAH TERUS,  LIBUR LU GAK MANFAAT BUAT SIAPA-SIAPA" pikir gua. Jadi, karena ingin merubah arah keseharian gua, gua mutusin gua harus keluar, setidaknya ke komplek aja lah, trus tiba2 mampir ke family mart, trus ke gps, trus ke mr diy, Dan satu halnya sebentar..

    Saat gua mau beli barang di mr.diy, gua pasti makan waktu lama disana. Kayak, mikirin gitu, buat dirumah butuh apa aja untuk membereskan dan merapihkan rumah gua yang berantakan. Tapi gua ngerasa, kalo berpikir itu bikin makin galau dan plin plan, apalgi dalam mr diy ada begitu banyak pilihan yang bisa dipilih sehingga gua bingung harus beli apa yang paling worth. Lama-kelamaan gua sadar akan kebiasaan ini, mulailah gua berpikir cara biar gak terperangkap dalam pikiran gua.

    Sembari mendengarkan theme song mr diy yang bikin sakit telinga, kejang-kejang, tantrum, gua akhirnya nemuin ide, yaitu gimana kalo gua gerak dulu baru mikir? Jadi alih-alih cuman liat benda trus mikirin itu bakal dipake ato ngga, kenapa gak gua ambil yang keliatan menarik secara penampilan dengan harga yang masuk akal ? 

    Walau kedengeran agak impulsif dalam kata lain lu gak mikir-mikir, tapi kan belum bayar juga, dan sebelum ke kasir, gua bisa pilih mana yang gak guna buat rumah gua. Nah udahlah tuh gua mulai banyak ambil barang2 dan damn..... ide bermunculan kemana-mana.

    Beli vas dan bunga palsu, beli buat cuci piring, beli bantal duduk tapi gajadi karena kurang cocok, beli mouse pad yang punya gambar panoramic views, dan lain2. Wowww....dengan tiba2 ide bermunculan tidak sperti kabut yang sulit dipandang.

    Dari siut gua berpikir kalau bergerak/moving itu melegakan pikiran, membuat ide2 baru dan... oh ya! jalan2 juga membuat lu encounter dengan hal-hal random di jalan. Misalny, ada apa nih rame2 masyarakt ngumpul di depan bca, sebenrtnya gua bisa berspekulasi, tapi mumpung ada orang yang keliatan ramah, kenapa gak gua tanya aja(ternyata buat KIP)? nahh.... jadi jalan2 gua juga berdampak positiif terhadap mental gua hehehe.....

    Sama satu lagi yang ini agak dramatis, jadi waktu gua mau bayar barang-barang gua yg tadi di mr diy, ada ibu2 heboh lah. Pertama-tama gara2 harga barang gak diskon padahal di label diskon. Trus tiba2 mukanya keliatan panik, sesaat kemudian dia ngomong "MBA TOLONG LIAT CCTV DONG?!" Trus gua mikir dalam hati dong "Repot amat dah ibu2, mastiin label diskon pake cctv segala". 

    Dilanjut sama ibu2nya "ANAK SAYA YANG 2 TAHUN HILANG!!!" teriak histeris dengan muka kaget, takut, gelisah, khawatir, histeris semua bercampur aduk. Dalam hati, pengen ngelakuin sesuatu ya, abi-nya juga ikut nyari di funworld deket mr diy. Dalam hati gua juga deg-degan nih, suasananya tegang. Namun, alhamdulillh setelah sekian 3 menitan anaknya ketemu lagi mondar-madir di funworld.

    Ibunya tersungkur ke lantai, puas, lega, bahagia, sedih, dalam posisi pasrah memluk anaknya.(walaupun gak sedramatis itu) tapi yang gua notice adalah, kebiasaan kita warga jakarta khususnya, yang gak mau ikut campur ke masalah orang lain. Maksud gua, kenapa ya waktu itu gua gak bantu nyari gitu, atau gak ikut terlibat...masalahnya mungkin "prasangka" mungkin gua waktu itu takut di-judge sebagai pahlawan, atau terlalu ikut campur. Makanya disitu tubuh gua membeku tanpa melakukan apapun.

    Mungkin kalo gua di posisi dia mungkin akan sama paniknya, dan mungkin gua akan mengharapkan ada yang menenangkan gua, membantu mencarikan, atau setidaknya melakuakn seseuatu lah. Disini gua mulai berpikir, mungkin yang harusnya jadi perhatian saat begini adalah tidak peduli. Dalam artian, memang bakal tetep ada yang judge gua, ada yang bakal ngerasa gua terlalu ikut campur usrusan orang, tapi gua pengen gitu, skerianya bisa menolong dan membantu orang lain yang lagi kesusahan, dan mungkin-mungkin ya melihat wajahnya tenang saat masalah diselesaikan.

    Tetapi masa itu pikiran gua tercampur aduk antara pov gua, dan pov ibu itu. Menurut gua pelajarannya adalah, ada masa2 dimana kita harus merelakan diri kita di-judge orang lain, saat yang tepat untuk melakukan itu adalah, saat lu merasa kalau ini tidak ditindaki apapun, mungkin ya mungkin masalahnya akan makin serius. Saat lu merasa, inituh udah kelewatan, masa gak ada yang ngebantuin...mungkin jiwa anak kota seperti aku bisa lebih berempati ya....tinggal di kota bukan berarti kesepian, tapi minim interaksi membuat nilai moral kita terombang-ambing. Saat ada kejadian  tubuh membeku berpikir ratusan kali, semuanya berpikir sama, tak tahu harus ngapain dan bagaimana....semoga ini bisa jadi pelajaran untuk tetap bergerak, agar perubahan dapat terjadi.


Senin 18 Mei 2026

19:15 WIB

Saturday, May 16, 2026

Pikiran Hari ini

 Hari ini lumayan membosankan, kecuali sesi bermain pingpong kita! Aku, dengan backhand melesat melajukan tangan untuk meng-spin bolanya ke arah papa, papa menghadang dengan blok slice nya, dengan sigap aku balas quick spin ke arahnya dengan cepat! bola pun mendarat dan memantul dengan cepat dari meja dan papa tidak mampu membalas sambil bertertiak "WOWWW:o". Aku pun bangga dengan teknik pingpong aku....omong2 mendengarkan lagu yang pernah diputar saat liburan beberapa tahun lalu dapat mengakibatkan nostalgia! contohnya aku memutar ABBA di malam hari dan teringat masa-masa liburan aku di Nusa Tenggara sekaligus membawaku ke masa-masa SMA kelas 3 dimana kita berangkat ke bromo untuk wisata lelah...sangat berkesan alhamdulillah ,,,


Sabtu 16 Mei 2026

20:08 WIB

Tuesday, May 12, 2026

Fisika Kok Jadi Sulit?

Rumus-rumus fisika. sumber;dokpri


Entah kenapa ya, kok fisika terasa berat banget ya kalo diajarin sama orang yang pinter fisika, tapi gak jago ngajar? Sama persis seperti yang gua alami sore ini, dimana gua les online pak Tedy untuk persiapan mandiri. Mata pelajaran yang diepelajari ada 2, matematika dengan fisika. Sejauh ini, matematika masih tetap mudah dipahami, baik dari segi materi, pemahamahan, maupun latihan soal. Iya donggg... Siapa coba yang ngajar, wkwkw. Namun, di sisi lain fisika malah sudah terasa berat dari awal. Semestinya pengajar mulai mengajarkan fisika dari 0, sama seperti matematika. Alih-alih menjelaskan kenapa kita rumusnya begini, mengapa di soal ini kita memakai cara ini, dan apa konsep-konsep dari fisika dasar telebih dahulu, kita langusng diajarkan mengenai berabgai macam simbol, teori, yang menurut gua hanya bisa ditangkap atau dipahami bila anda benar-benar lebih memahami fisika dengan lebih detail. Namun, pemahaman tiap siswa terhadap ilmu fisika mungkin berbeda-beda, ada yang sudah fasih, ada yang mengerti sebagian, ada juga yang tidak mengerti apa-apa karena sudah lama tidak belajar fisika dengan berbagai alasan. 

Semestinya, para pengajar fisika di TDS dapat lebih mengenalkan konsep-konsep dasar kepada murid-murid agar pemahaman murid tetntang fisika akan lebih kuat dan kokoh. Apalagi ini pertemuan awal, mungkin ada yang sudah lama tidak belajar fisika jadi lemah akan konsep, hal ini menjadi perhatian penting bagi para pengajar yang mengajar. Saya tidak banyak menuntut, tetapi mohon, karena masih pertemuan awal, mari kita bangun pemahaman murid lebih dasar, pelan-pelan saja asalkan ilmunya mendalam. 

Intisarinya, saya berharap kedepannya, pengajar fisika di TDS mampu lebih aktif menanyakan apakah ada yang kesulitan tanpa memberi gestur bahwa semua murid pasti sudah paham dan SUDAH MENGERTI semua yang diajarkannya tanpa mengetahui bahwa mungkin ada beberapa murid yang ingin bertanya namun takut malu dianggap tidak tahu apa-apa oleh temannya.


Selasa, 12 Mei 2026. 

ditulis pada 19;16

Monday, May 11, 2026

Mari Mulai Menulis!

Hari Senin yang menggembirakan, sekaligus mengherankan. Jam 7 Pagi, alarm berbunyi, saya bangun, pagi yang cerah lihat saya. Beberapa minggu ini, sekolah diliburkan, maka dari itu saya bosan dirumah saja. Di pagi yang cerah itu, saya memutuskan untuk jogging (walau saya sebenarnya hanya jalan cepat hehe) di pagi yang cerah itu. Matahri oranye terik menyinari tubuh saya sembari kaki saya berjalan mengitari daerah apartemen Green Pramuka Square. Rasanya nikmat sekali mendapat cahaya matahari yang terik di tengagh jakarta yang terkenal berpolusi. Mungkin sekian cerita saya, tak ingin terlalu lelah menulis cerita sebab saya meemgang motto "lebih baik menumpahkan cat sedikit mungkin, agar lukisan tetap bisa dilukis, daripada langsung semuanya lalu tak dapat melukis" sederhanya saya ingin membangun kebiasaan menulis dari hal-hal kecil, agar bisa tetap berlanjut 1 hari kemudian, 1 minggu, 1 tahun, dan seterusnya! 


Wednesday, February 5, 2025

5/2/20225

 Hari ini hari Rabu, saya dan teman2 di Alazka lagi bikin nasi liwet. Awalnya Aldi dan Mikail bolos jadi kekurangan bahan2 tapi kami masih bisa cover-up. Selanjutnya kami bekerja sama dengan kelompok sebelah (kelompok damar, javas, dll) utk saling melengkapi. Minyak kesenggol mulu. Tempenya kurang mateng. Nasi kelembekan. Harusnya masukin bawang yang sudah dimasak ke panci kastrol biar ada wanginya. Tapi gapapa yang penting hikmahnya adalah kerja sama yang kuat antar kelompok, meski ada kekurangan tetap bisa menutupi satu sama lain. Kadang hal-hal yang nggak sesuai ekspektasi justru jadi momen seru dan ngingetin kita untuk lebih fleksibel dan kreatif.

Reuni SKS Setelah UTBK

 Wooow....Hari ini kerasa seru cok. Untungnya gua bawa board game sama jenga buat ngisi waktu-waktu terakhir kita. Rasanya gak sabar ya peng...