Sunday, May 31, 2026

Nikmatnya belajar

Semenjak aku memakai teknik pomodoro sore ini, belajarku jadi semakin terarah dan lebih menyenangkan! Lebih menyenangkan daripada scrolling YouTube atau yang lainnya. Tetapi yang jadi rintangannya adalah mau memulai nya. Kadang gue terlalu nunggu semangat atau mepet untuk belajar. Jadi gua buat cara baru, meja belajar gak gua rapihin. Jadinya kalo mau langsung belajar tinggal duduk dan ngerjain soal. Mari coba lihat besok tapi seruuu banget atuh belajar apalagi ditemani lagi instrumental jazz fusion jepang....

Saturday, May 30, 2026

Senam Sehat Bareng Uti

Hari Minggu yang cerah, aku bangun dari tempat tidur di rumah utiku, untuk siap-siap melaksanakan senam tera di lapangan dekat perempatan pondok jaya. Kita mulai dengan berdoa dan melakukan peregangan.

Rasanya tenang sekali senam bareng lansia-lansia lain, dengan musik instrumental senam tera Indonesia dan suara pelan ibu ibu pelan yang mengarahkan "angkat tangan kiri~, ayunkan tangan ke depan~" yang membuat suasana nya menjadi lebih tenang dan hangat.

Hampir aku menangis karena senam sederhana seperti ini, setelah kemarin merasa dipukul karena ditolak 3 kali untuk lolos ITB, dan prosesi wisuda yang kurang mengesankan, ada rasa tenang yang kurasakan dan kualami langsung di pagi yang cerah ini.

Uti membantu mengarahkan dan menegur kalau ada yang salah gerakannya. Merasa hebat karena utiku adalah ketua senam itu dan bangga. Selain itu aku juga bangga karena utiku berani dan tidak malu/segan, melainkan mengeluarkan suaranya untuk mengarahkan dan mengoreksi gerakan yang salah, tidak seperti aku yang sangat segan dan gak enakan sama orang lain.

Diakhiri dengan senam refleksi dan senam semangat untuk membakar semangat untuk hari ini. Rasanya tenang setalah senam hehe....
Kemarin adalah kemarin, ayo Baron move on!

senam bersama lansia di pondok jaya

Minggu 31 Mei 2026
Jam 07.57 pagi

Aghh...Ku rasa aku kesepian....

Hari ini semestinya menjadi hari bahagia bagi semua orang, yaitu hari wisuda SMA. Namun, di dalam hatiku, aku merasa tersiksa. Memang halnya wisuda akan ada perpisahan dengan teman-teman lainnya, tetapi aku merasa aku masih saja sama seperti dulu, agak kikuk kalo ngobrol, kayak bingung ngobrolin apa walaupun banyak yang bisa diobrolin di wisuda. Rasanaya sedih karena aku cuman bisa mengamati bukan ikut terlibat, baik dalam aktifitas sesuatu maupun percakapan. 

Kata-kata rasanya tak mau keluar dari mulut, setiap yang mau diucapkan merasa ragu, tak ada ide untuk memulai berbicara darimana. Gak tau mau melakukan apa, jadinya aku hanya berdiri di pojokan mengamati momen bahagia orang-orang dari jauh.

Sangat berkebalikan dengan prestasiku yang memuncak, insting sosial ku masih lemah. Walaupun aku mendapatkan prestasi nilai terbaik seangkatan, aku tak punya siapa-siapa tuk ngobrol tentang nya. Semacam rasa sepi yang mendalam... Ahhhhh!!!.... Tidak meriah sekali wisuda ku hari ini.

Dan sudahlah aku menunggu untuk melakukan/ngobrolin sesuatu, aku malah....meneng.... Sekarang baru terpikirkan apa yang ingin diobrolkan saat semua sudah selesai. Hanyut dalam arus yang tidak membawaku kemana-mana, dan aku hanya mengikuti arus tersebut....

Sudahgitu setelahnya, setelah sudah banyak waktu dihabiskan tanpa mengobrol sesuatu yang bermakna, seperti pengalaman, perasaan, dan lain-lain. Aku banyak dimarahi oleh utiku, atau mungkin ditegor terus menerus karena hal sepele.

Rasanya inginlah melampiaskan campuran perasaanku ini, tapi aku tak tahu kemana akan ku lepas... Sejak pulang gitu, aku lanjut belajar mandiri, tetapi masih saja terasa sepi yang menggema.... Terasa hati yang belum siap untuk move on, hati yang masih gelisah.... Untuk melepaskan apa yang sudah kuat dibangun dari awal. 

Sekarang jam 6 sore, aku berada di rumah uti, Sabtu sore sepi yang mendalam. Ditemani lagu "hujan" oleh utopia. Aku tak ingin WA temanku kalau aku butuh bantuan, aku kebanyakan overthinking tentang respons mereka. Sedih, sedikit menunduk, minder bercampur dan beradik menjadi satu karena semua tak sama....baik dari cara berpikirku, cara bertingkah, dan cara bicaramu selama 2 tahun ini bersama SKS.

Tak ingin memkirkannya dan tetap fokus mandiri, tapi ada rasa yang mengganjal. Rasa tidak ingin lepas dari kelas ini, rasa yang tumbuh dengan sendirinya. Penyesalan akan hal-hal yang tak dimaksimalkan, dan rasa ketidakpuasan belajar untuk mandiri.

Mungkin hari ini, banyak anak-anak yang bahagia karena bisa lulus tanpa prestasi akademik apapun melainkan seorang teman untuk bersandar, sedang hanyalah diriku yang merenungi tentang hari ini. Mungkin di masa depan aku akan merasa hal yang berbeda tentang ini, tetapi biarlah aku istirahat hari ini, aku lelah.

Friday, May 29, 2026

Lega Cuy Hari ini!

 Hari ini sebenarnya bermula macam hari biasa. Sore ini aku datang ke acara ulang tahun kawan aku, Mila. Aku datang, makan, minum, ambik gambar, sembang sembang, macam acara ulang tahun biasa lah.

Tapi dari awal sebenarnya aku dah ada satu benda yang aku agak excited sikit.

Hadiah.

Lucunya, hadiah yang aku beli bukanlah mahal pun. Cuma sekitar IDR 50.000 je. Tak sampai ratusan ribu, bukan barang mewah, bukan juga hadiah yang fancy sangat.

Aku beli poster One Direction.

Kenapa?

Sebab selama ni aku perasan satu benda.

Kadang kadang kat kelas, bila topik pasal muzik keluar, atau bila ada benda berkaitan One Direction, aku rasa macam... eh, Mila ni suka One Direction kot.

Dan entah macam mana, benda kecil tu melekat dalam kepala aku.

Jadi masa cari hadiah, aku tak fikir:

"Hadiah apa paling mahal?"

Aku fikir:

"Hadiah apa yang dia mungkin betul betul suka?"

Dan akhirnya aku pilih poster tu.

Masa dia buka hadiah...

Terus reaction dia keluar:

"KOKKK KAMU TAU SIH BARON AKU SUKA 1D?!!"

Aku pun sebenarnya dah nak gelak masa tu.

Sebab reaction dia macam betul betul tak percaya.

Aku tak jawab banyak pun.

"Hehehe adadehhh~"

Padahal dalam kepala:

"Ya sebab aku perasan lah 😭"

Lepas tu dia cakap benda yang buat aku rasa:

"weh, okay... worth it."

Dia cakap dia nak pajang poster tu dekat kos kosan dia kat Aussie.

Dan entah kenapa, ayat tu buat hadiah IDR 50.000 tadi rasa macam lebih besar daripada harga dia.

Sebab rupanya kadang kadang orang tak ingat harga hadiah.

Tapi orang boleh ingat perasaan masa menerima hadiah tu.

Dan jujur je...

Senang kali lah wak sama hari ini.

Aku Pulang Duluan

 Sore ini aku ada acara ulang tahun bersama kawanku mila. Macam biasa, aku datang, salam, makan, minum, bagi hadiah, ambik gambar bersama, dan sembang sembang sikit. Acara berjalan biasa je, seronok juga sebab dah lama tak kumpul ramai ramai macam ni.

Lepas beberapa lama, aku mula rasa macam... dah cukup kot. Perut dah kenyang, haus dah hilang, hadiah dah kasi, gambar dah ambik. Aku tengok sekeliling, ramai masih duduk, sembang, dan nampaknya belum ada tanda tanda nak balik dalam masa terdekat.

Aku mula fikir, "Aku nak balik ke?"

Dulu, situasi macam ni sebenarnya agak susah untuk aku. Kadang kadang bukan sebab aku masih nak stay, tapi sebab rasa segan nak pamit atau takut nampak pelik kalau balik duluan. Pernah juga dulu aku kebablasan balik sebab terlalu lama fikir nak pamit ke tak.

Tapi kali ni rasanya berbeza.

Aku fikir, kalau memang dah rasa penat dan rasa aktiviti utama dah selesai, kenapa perlu paksa diri untuk terus tinggal? Jadi aku pun pamit dekat ibu bapa kawan aku, salam, dan mula bersiap untuk balik.

Masa nak balik, ada kawan tegur, "Kau kok sudah pulang ron? Main main lah sikit, jangan belajar terous!"

Tapi entah kenapa kali ni aku tak terlalu fikir sangat pasal komen tu. Bukan sebab tak peduli kawan, tapi sebab aku rasa aku tahu apa yang aku perlukan waktu tu. Aku cuma nak balik, rehat, dan habiskan petang dengan tenang.

Dan jujur je, masa sampai rumah, perasaan yang paling kuat bukan rasa bersalah atau rasa tertinggal sesuatu.

Tapi rasa lega.

Kadang kadang rasa lega tu datang bukan sebab kita buat keputusan besar. Kadang kadang ia datang sebab untuk sekali sekala, kita berhenti ikut arus dan mula buat keputusan untuk diri sendiri.


Jumat 29 Mei 2026

19:16

Jebakan Batman

 Ahhh... sedih rasanya melihat diriku yang terbawa arus ini..... Walaupun kita sks-6 besok akan wisuda dan berpisah satu sama lain, aku masih saja terbawa arus yang negatif ini. Mesikpun kita terlihat keren, seperti punya kelas sendiri, tapi sebenarnya didalamnya kita tidak lain dan tidak bukan adalah .....munafik. Kenapa? kenapa seperti itu, kenapa rasanya saya tidak suka dengan versi diri saya di sks ini? Apakah kawannya asik? iya. Namun, terasa ada sisi busuk didalam diriku yang muncul ketika didekat mereka....sesuatu yang aku benci sejak aku masuk ke sekolah ini.

Setiap percakapan (saya) terasa sia-sia, tidak flow, maksain. Ketimbang dengan berbeicara dengan teman kelas 12 lain misal reyner, prima, zakhir yang terasa nyaman dan aman. Kalau dekat-dekat dengan pergaulan sks itu rasanya gua menjadi versi terburuk dari versi gua. Dimana gua mulai ngomong kebablasan, ngomong hal-hal yang gak pantas, melakukan hal yang tak pantas, menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia, sperti misalnya hari ini, saat kita selesai melakukan gladi bersih wisuda, kita ingin pergi jalan2 tapi objektifnya tidak jelas. 

Seperti tak ada sebuah tujuan khusus kesana bagi diri gua. Tetapi masih ga tururti keputusan untuk ngikut/ngekor mereka. Semakin banyak gua ngikutin mereka, semakin gua sedih tentang diri gua, makin gua kesel sama diri gua, makin gua gak pede sama diri gua, makin gua merasa waktu gua disia-siakan begitu saja TANPA OBJEKTIF YANG JELAS. Tanpa arah/kepastian yang jelas. Dan menurut gua disitulah jebakan batmannya......

Disaaat waktu mendekati akhir, gua merasa butuh waktu-waktu bersama, soalnya waktu kita akan habis. Namun, tanpa objektif/tujuan jalan2/mengikuti aksi temen2 sks yang jelas, itu malah bikin kita merasa sia-sia. Oleha karena itu biar kejadian ini gak berulang lagi, gua nitip pesen ke diri gua di masa depan buat ngelakuin satu hal ini sebelum ikut jalan2 ato ngekor bareng temen2, tujuan gua ngikutin mereka apa? kalo jawabnnya jelas misal buat beli ini, buat ngelakuin hal ini lakukan, tapi kalo sebaliknya, cari aktifitas lain. Aduhhhh......rasanys sedih saat gua di deket2 mereka (sks), rasanya agak aneh, kayak buang2 waktu gitulah, cok!

Wednesday, May 27, 2026

Sedikit Penyesalan

 OHHH Andaikan waktu mengisi pendaftaran mandiri ITB jalur rapor, milihnya yang lebih bawah dari TEKNIK MESIN GEMBROT. Penuh banget soalnya mesin. Akhirnya gua belajr dari kesalahn gua dari snbp, snbt, gua mau milih yg mudah2 dulu kayak teknik sipil yang SDA. udah simpel. gausah nonsense yag tingii2, lama kelaamaan overwhelmed gua cok, ngomong sama orang tua ttg ini bkn kortisol gua naikkk... begitulah sekrang masih pendaftaran ssu jalur utbk, gua akan milih pilihan pertama TEKNIK SIPIL tittik gak pake koma. gak pengen ngambil yg gede2, dan gak terpaksa orang tua NGESELIN!!!! hanya pikir dirinya sendiri!


Rabu 27 Mei 2026

Hari Idul Adha

21:53

Nikmatnya belajar

Semenjak aku memakai teknik pomodoro sore ini, belajarku jadi semakin terarah dan lebih menyenangkan! Lebih menyenangkan daripada scrolling ...