Ternyata selama ini gua belajar dengan cara yang salah. Dari awal, semenjak ada ai, gua jadi terlalu dpenden sma dia, jadinya gua jenuh, tapi semenjak malem ini gua sadar bahwa cara gua ini salah. Terlalu berketergantungan sama AI buat lu belajar lu kurang terarah dan yang gua rasakan, jenuh, pikirannya numpuk, dan lain2. Namun, ternyata bantuan manusia juga dibutuhkan disini, gak bisa kita terlalu ngandelin AI sebagai tutor belajar kita, jadi ya mulai hari ini dan 14 hari kedepan gua bakal belajar hybrid, materinya dari guru les, tambahan insight dari AI. Dan hasilnya? ya belum tau lah, abis solat isya gua praktekkan, semoga bisa membawa gua masuk ke ITB/ UI aminnn.
Baron Rayendra
Thursday, June 4, 2026
Tuesday, June 2, 2026
Jenuh
Alhamdullillah sudah ada perkembangan cara belajar aku. Mulai kemaren aku mencoba metode teknik pomodoro dengan diberi musik instrumental jazz fusion jepang yang asik. Namun, lama kelamaan aku juga bisa merasa jenuh, aku bukanlah robot yang bisa belajar terus, aku juga manusai yang butuh sosial, aku butuh sesuatu yang membuatku manusia, tetapi aku belum mendapatkan ritme yang pas untuk itu. Aku merasa jenuh/semacam bosan belajar terus walau kadang nikmat jika bisa mengerjakan soal yang dulunya tidak bisa. Namun, berdasarkan buku yang saya baca, kebanyakan orang gagal menjalani habit nya karena dia tidak bisa melihat akan kemana hasil yang akan dia peroleh. Aku? mungkin iya, walaupun aku menggunakan AI sebagai sumber belajar, hasil darinya hanya terlihat jika diuji oleh AI, mungkin aku butuh menunggu, tapi yasudahlah, ini mungkin ujian ITB terakhirku yaitu mandiri, ada 2 mata pelajaran yaitu matematika dan fisika, mungkin aku akan lebih bermain-main dengan AI agar belajar ku gak jenuh-jenuh amat.
Sunday, May 31, 2026
Nikmatnya belajar
Saturday, May 30, 2026
Senam Sehat Bareng Uti
Aghh...Ku rasa aku kesepian....
Friday, May 29, 2026
Lega Cuy Hari ini!
Hari ini sebenarnya bermula macam hari biasa. Sore ini aku datang ke acara ulang tahun kawan aku, Mila. Aku datang, makan, minum, ambik gambar, sembang sembang, macam acara ulang tahun biasa lah.
Tapi dari awal sebenarnya aku dah ada satu benda yang aku agak excited sikit.
Hadiah.
Lucunya, hadiah yang aku beli bukanlah mahal pun. Cuma sekitar IDR 50.000 je. Tak sampai ratusan ribu, bukan barang mewah, bukan juga hadiah yang fancy sangat.
Aku beli poster One Direction.
Kenapa?
Sebab selama ni aku perasan satu benda.
Kadang kadang kat kelas, bila topik pasal muzik keluar, atau bila ada benda berkaitan One Direction, aku rasa macam... eh, Mila ni suka One Direction kot.
Dan entah macam mana, benda kecil tu melekat dalam kepala aku.
Jadi masa cari hadiah, aku tak fikir:
"Hadiah apa paling mahal?"
Aku fikir:
"Hadiah apa yang dia mungkin betul betul suka?"
Dan akhirnya aku pilih poster tu.
Masa dia buka hadiah...
Terus reaction dia keluar:
"KOKKK KAMU TAU SIH BARON AKU SUKA 1D?!!"
Aku pun sebenarnya dah nak gelak masa tu.
Sebab reaction dia macam betul betul tak percaya.
Aku tak jawab banyak pun.
"Hehehe adadehhh~"
Padahal dalam kepala:
"Ya sebab aku perasan lah ðŸ˜"
Lepas tu dia cakap benda yang buat aku rasa:
"weh, okay... worth it."
Dia cakap dia nak pajang poster tu dekat kos kosan dia kat Aussie.
Dan entah kenapa, ayat tu buat hadiah IDR 50.000 tadi rasa macam lebih besar daripada harga dia.
Sebab rupanya kadang kadang orang tak ingat harga hadiah.
Tapi orang boleh ingat perasaan masa menerima hadiah tu.
Dan jujur je...
Senang kali lah wak sama hari ini.
Aku Pulang Duluan
Sore ini aku ada acara ulang tahun bersama kawanku mila. Macam biasa, aku datang, salam, makan, minum, bagi hadiah, ambik gambar bersama, dan sembang sembang sikit. Acara berjalan biasa je, seronok juga sebab dah lama tak kumpul ramai ramai macam ni.
Lepas beberapa lama, aku mula rasa macam... dah cukup kot. Perut dah kenyang, haus dah hilang, hadiah dah kasi, gambar dah ambik. Aku tengok sekeliling, ramai masih duduk, sembang, dan nampaknya belum ada tanda tanda nak balik dalam masa terdekat.
Aku mula fikir, "Aku nak balik ke?"
Dulu, situasi macam ni sebenarnya agak susah untuk aku. Kadang kadang bukan sebab aku masih nak stay, tapi sebab rasa segan nak pamit atau takut nampak pelik kalau balik duluan. Pernah juga dulu aku kebablasan balik sebab terlalu lama fikir nak pamit ke tak.
Tapi kali ni rasanya berbeza.
Aku fikir, kalau memang dah rasa penat dan rasa aktiviti utama dah selesai, kenapa perlu paksa diri untuk terus tinggal? Jadi aku pun pamit dekat ibu bapa kawan aku, salam, dan mula bersiap untuk balik.
Masa nak balik, ada kawan tegur, "Kau kok sudah pulang ron? Main main lah sikit, jangan belajar terous!"
Tapi entah kenapa kali ni aku tak terlalu fikir sangat pasal komen tu. Bukan sebab tak peduli kawan, tapi sebab aku rasa aku tahu apa yang aku perlukan waktu tu. Aku cuma nak balik, rehat, dan habiskan petang dengan tenang.
Dan jujur je, masa sampai rumah, perasaan yang paling kuat bukan rasa bersalah atau rasa tertinggal sesuatu.
Tapi rasa lega.
Kadang kadang rasa lega tu datang bukan sebab kita buat keputusan besar. Kadang kadang ia datang sebab untuk sekali sekala, kita berhenti ikut arus dan mula buat keputusan untuk diri sendiri.
Jumat 29 Mei 2026
19:16
Hybrid > ICE
Ternyata selama ini gua belajar dengan cara yang salah. Dari awal, semenjak ada ai, gua jadi terlalu dpenden sma dia, jadinya gua jenuh, ta...
-
SOAL ULANGAN HARIAN INFORMATIKA KELAS 8 Di dunia yang saat ini memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, Informatika merupaka...
-
1. Jaringan Komputer Menurut Wikipedia jaringan komputer adalah sebuah kumpulan dari beberapa komputer dihubungkan secara elektronik. Ma...
-
Hari ini hari Rabu, saya dan teman2 di Alazka lagi bikin nasi liwet. Awalnya Aldi dan Mikail bolos jadi kekurangan bahan2 tapi kami masih b...