Saturday, May 30, 2026

Aghh...Ku rasa aku kesepian....

Hari ini semestinya menjadi hari bahagia bagi semua orang, yaitu hari wisuda SMA. Namun, di dalam hatiku, aku merasa tersiksa. Memang halnya wisuda akan ada perpisahan dengan teman-teman lainnya, tetapi aku merasa aku masih saja sama seperti dulu, agak kikuk kalo ngobrol, kayak bingung ngobrolin apa walaupun banyak yang bisa diobrolin di wisuda. Rasanaya sedih karena aku cuman bisa mengamati bukan ikut terlibat, baik dalam aktifitas sesuatu maupun percakapan. 

Kata-kata rasanya tak mau keluar dari mulut, setiap yang mau diucapkan merasa ragu, tak ada ide untuk memulai berbicara darimana. Gak tau mau melakukan apa, jadinya aku hanya berdiri di pojokan mengamati momen bahagia orang-orang dari jauh.

Sangat berkebalikan dengan prestasiku yang memuncak, insting sosial ku masih lemah. Walaupun aku mendapatkan prestasi nilai terbaik seangkatan, aku tak punya siapa-siapa tuk ngobrol tentang nya. Semacam rasa sepi yang mendalam... Ahhhhh!!!.... Tidak meriah sekali wisuda ku hari ini.

Dan sudahlah aku menunggu untuk melakukan/ngobrolin sesuatu, aku malah....meneng.... Sekarang baru terpikirkan apa yang ingin diobrolkan saat semua sudah selesai. Hanyut dalam arus yang tidak membawaku kemana-mana, dan aku hanya mengikuti arus tersebut....

Sudahgitu setelahnya, setelah sudah banyak waktu dihabiskan tanpa mengobrol sesuatu yang bermakna, seperti pengalaman, perasaan, dan lain-lain. Aku banyak dimarahi oleh utiku, atau mungkin ditegor terus menerus karena hal sepele.

Rasanya inginlah melampiaskan campuran perasaanku ini, tapi aku tak tahu kemana akan ku lepas... Sejak pulang gitu, aku lanjut belajar mandiri, tetapi masih saja terasa sepi yang menggema.... Terasa hati yang belum siap untuk move on, hati yang masih gelisah.... Untuk melepaskan apa yang sudah kuat dibangun dari awal. 

Sekarang jam 6 sore, aku berada di rumah uti, Sabtu sore sepi yang mendalam. Ditemani lagu "hujan" oleh utopia. Aku tak ingin WA temanku kalau aku butuh bantuan, aku kebanyakan overthinking tentang respons mereka. Sedih, sedikit menunduk, minder bercampur dan beradik menjadi satu karena semua tak sama....baik dari cara berpikirku, cara bertingkah, dan cara bicaramu selama 2 tahun ini bersama SKS.

Tak ingin memkirkannya dan tetap fokus mandiri, tapi ada rasa yang mengganjal. Rasa tidak ingin lepas dari kelas ini, rasa yang tumbuh dengan sendirinya. Penyesalan akan hal-hal yang tak dimaksimalkan, dan rasa ketidakpuasan belajar untuk mandiri.

Mungkin hari ini, banyak anak-anak yang bahagia karena bisa lulus tanpa prestasi akademik apapun melainkan seorang teman untuk bersandar, sedang hanyalah diriku yang merenungi tentang hari ini. Mungkin di masa depan aku akan merasa hal yang berbeda tentang ini, tetapi biarlah aku istirahat hari ini, aku lelah.

Friday, May 29, 2026

Lega Cuy Hari ini!

 Hari ini sebenarnya bermula macam hari biasa. Sore ini aku datang ke acara ulang tahun kawan aku, Mila. Aku datang, makan, minum, ambik gambar, sembang sembang, macam acara ulang tahun biasa lah.

Tapi dari awal sebenarnya aku dah ada satu benda yang aku agak excited sikit.

Hadiah.

Lucunya, hadiah yang aku beli bukanlah mahal pun. Cuma sekitar IDR 50.000 je. Tak sampai ratusan ribu, bukan barang mewah, bukan juga hadiah yang fancy sangat.

Aku beli poster One Direction.

Kenapa?

Sebab selama ni aku perasan satu benda.

Kadang kadang kat kelas, bila topik pasal muzik keluar, atau bila ada benda berkaitan One Direction, aku rasa macam... eh, Mila ni suka One Direction kot.

Dan entah macam mana, benda kecil tu melekat dalam kepala aku.

Jadi masa cari hadiah, aku tak fikir:

"Hadiah apa paling mahal?"

Aku fikir:

"Hadiah apa yang dia mungkin betul betul suka?"

Dan akhirnya aku pilih poster tu.

Masa dia buka hadiah...

Terus reaction dia keluar:

"KOKKK KAMU TAU SIH BARON AKU SUKA 1D?!!"

Aku pun sebenarnya dah nak gelak masa tu.

Sebab reaction dia macam betul betul tak percaya.

Aku tak jawab banyak pun.

"Hehehe adadehhh~"

Padahal dalam kepala:

"Ya sebab aku perasan lah 😭"

Lepas tu dia cakap benda yang buat aku rasa:

"weh, okay... worth it."

Dia cakap dia nak pajang poster tu dekat kos kosan dia kat Aussie.

Dan entah kenapa, ayat tu buat hadiah IDR 50.000 tadi rasa macam lebih besar daripada harga dia.

Sebab rupanya kadang kadang orang tak ingat harga hadiah.

Tapi orang boleh ingat perasaan masa menerima hadiah tu.

Dan jujur je...

Senang kali lah wak sama hari ini.

Aku Pulang Duluan

 Sore ini aku ada acara ulang tahun bersama kawanku mila. Macam biasa, aku datang, salam, makan, minum, bagi hadiah, ambik gambar bersama, dan sembang sembang sikit. Acara berjalan biasa je, seronok juga sebab dah lama tak kumpul ramai ramai macam ni.

Lepas beberapa lama, aku mula rasa macam... dah cukup kot. Perut dah kenyang, haus dah hilang, hadiah dah kasi, gambar dah ambik. Aku tengok sekeliling, ramai masih duduk, sembang, dan nampaknya belum ada tanda tanda nak balik dalam masa terdekat.

Aku mula fikir, "Aku nak balik ke?"

Dulu, situasi macam ni sebenarnya agak susah untuk aku. Kadang kadang bukan sebab aku masih nak stay, tapi sebab rasa segan nak pamit atau takut nampak pelik kalau balik duluan. Pernah juga dulu aku kebablasan balik sebab terlalu lama fikir nak pamit ke tak.

Tapi kali ni rasanya berbeza.

Aku fikir, kalau memang dah rasa penat dan rasa aktiviti utama dah selesai, kenapa perlu paksa diri untuk terus tinggal? Jadi aku pun pamit dekat ibu bapa kawan aku, salam, dan mula bersiap untuk balik.

Masa nak balik, ada kawan tegur, "Kau kok sudah pulang ron? Main main lah sikit, jangan belajar terous!"

Tapi entah kenapa kali ni aku tak terlalu fikir sangat pasal komen tu. Bukan sebab tak peduli kawan, tapi sebab aku rasa aku tahu apa yang aku perlukan waktu tu. Aku cuma nak balik, rehat, dan habiskan petang dengan tenang.

Dan jujur je, masa sampai rumah, perasaan yang paling kuat bukan rasa bersalah atau rasa tertinggal sesuatu.

Tapi rasa lega.

Kadang kadang rasa lega tu datang bukan sebab kita buat keputusan besar. Kadang kadang ia datang sebab untuk sekali sekala, kita berhenti ikut arus dan mula buat keputusan untuk diri sendiri.


Jumat 29 Mei 2026

19:16

Jebakan Batman

 Ahhh... sedih rasanya melihat diriku yang terbawa arus ini..... Walaupun kita sks-6 besok akan wisuda dan berpisah satu sama lain, aku masih saja terbawa arus yang negatif ini. Mesikpun kita terlihat keren, seperti punya kelas sendiri, tapi sebenarnya didalamnya kita tidak lain dan tidak bukan adalah .....munafik. Kenapa? kenapa seperti itu, kenapa rasanya saya tidak suka dengan versi diri saya di sks ini? Apakah kawannya asik? iya. Namun, terasa ada sisi busuk didalam diriku yang muncul ketika didekat mereka....sesuatu yang aku benci sejak aku masuk ke sekolah ini.

Setiap percakapan (saya) terasa sia-sia, tidak flow, maksain. Ketimbang dengan berbeicara dengan teman kelas 12 lain misal reyner, prima, zakhir yang terasa nyaman dan aman. Kalau dekat-dekat dengan pergaulan sks itu rasanya gua menjadi versi terburuk dari versi gua. Dimana gua mulai ngomong kebablasan, ngomong hal-hal yang gak pantas, melakukan hal yang tak pantas, menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia, sperti misalnya hari ini, saat kita selesai melakukan gladi bersih wisuda, kita ingin pergi jalan2 tapi objektifnya tidak jelas. 

Seperti tak ada sebuah tujuan khusus kesana bagi diri gua. Tetapi masih ga tururti keputusan untuk ngikut/ngekor mereka. Semakin banyak gua ngikutin mereka, semakin gua sedih tentang diri gua, makin gua kesel sama diri gua, makin gua gak pede sama diri gua, makin gua merasa waktu gua disia-siakan begitu saja TANPA OBJEKTIF YANG JELAS. Tanpa arah/kepastian yang jelas. Dan menurut gua disitulah jebakan batmannya......

Disaaat waktu mendekati akhir, gua merasa butuh waktu-waktu bersama, soalnya waktu kita akan habis. Namun, tanpa objektif/tujuan jalan2/mengikuti aksi temen2 sks yang jelas, itu malah bikin kita merasa sia-sia. Oleha karena itu biar kejadian ini gak berulang lagi, gua nitip pesen ke diri gua di masa depan buat ngelakuin satu hal ini sebelum ikut jalan2 ato ngekor bareng temen2, tujuan gua ngikutin mereka apa? kalo jawabnnya jelas misal buat beli ini, buat ngelakuin hal ini lakukan, tapi kalo sebaliknya, cari aktifitas lain. Aduhhhh......rasanys sedih saat gua di deket2 mereka (sks), rasanya agak aneh, kayak buang2 waktu gitulah, cok!

Wednesday, May 27, 2026

Sedikit Penyesalan

 OHHH Andaikan waktu mengisi pendaftaran mandiri ITB jalur rapor, milihnya yang lebih bawah dari TEKNIK MESIN GEMBROT. Penuh banget soalnya mesin. Akhirnya gua belajr dari kesalahn gua dari snbp, snbt, gua mau milih yg mudah2 dulu kayak teknik sipil yang SDA. udah simpel. gausah nonsense yag tingii2, lama kelaamaan overwhelmed gua cok, ngomong sama orang tua ttg ini bkn kortisol gua naikkk... begitulah sekrang masih pendaftaran ssu jalur utbk, gua akan milih pilihan pertama TEKNIK SIPIL tittik gak pake koma. gak pengen ngambil yg gede2, dan gak terpaksa orang tua NGESELIN!!!! hanya pikir dirinya sendiri!


Rabu 27 Mei 2026

Hari Idul Adha

21:53

Tuesday, May 26, 2026

Menanti Sebuah Jawaban

Aku merasa kecewa, gagal, patah hati, dan kesal hari ini karena merasa dikhianati. Bukan dikhianati oleh teman, atau yang lainnya, tetapi dikhianati oleh kerja keras sendiri. Sejak gua duduk di bangku SMA, gua mulai berpikir secara berbeda, baik dalam cara berpikir maupun spiritualisme. Gua merasa lebih mempunyai pegangan, arah, dan motivasi untuk menjalani hidup gua, walau hidup masa itu nampak keras, kesepian, sedih, dan bingung, gua tetap tegar dan menjalani hari dengan bekerja keras sungguh2.

Kendati kerja keras gua yang mati-matian, mengejar nilai bagus, mengerjakan tugas dengan sungguh2, beribadah dengan taat, gua melesat menjadi ranking 1 di kelas SKS gua dan gua merasa bangga. Namun, dibalik semua pencapaian itu, ada sesuatu yang gua korbankan, teman. Gua ngerasain rasanya sibuk sendiri sama tugas sendiri sampe2 lupa bergaul sama temen sendiri. Alhasil komunikasi gua gak lancar, kaku, payah, dan terlalu formal. Basa-basi santai aja gua payah.

Berangkat dari itu, gua jadi makin lama makin kendor, gua jadi jarang belajar sungguh2, tugas-tugas gua kerjakan dengan santai, dan WAKTU ITU GUA SADAR, gua butuh temen. Rasanya dunia sempittt sekali ketika tidak ada seseorang yang bisa diajak berbicara, rasanya aneh sekali tidak dapat seperti yang lain.

Berkat itu gua sekarang menjadi lebih terbuka pikirannya, pergaulannya lebih gaul lagi, lebih percaya diri, tetapi ada satu hal yang gua juga harus korbankan, disiplin. Karena merasa semua teman gua berjalan dengan lambat, gua juga lambat, teman pada ini gua ini juga. Segala waktu terasa hambar, kalau gua ngajak basa-basi, basi banget dan payah. Kalo disuruh ngomong opini gua gelagapan. 

Intinya begini, gua kerja keras di awal demi dapet hasil yang terbaik di akhir, tetapi usaha itu nampaknya belum mendapatkan kesimpulan. Bulan Februari mendaftar SNBP, nilai rapor. Optimis karena paling tinggi dan ada alumni. Gagal. Berjuang di SNBT, walau awal2 agak santai, tetap gagal. Mencoba mandiri SSU rapor ITB, gagal. Semua belum mendapatkan jawaban.

Mungkin Anda akan mengira bahwa saya akan merasa waktu saya terbuang sia-sia karena belajar terlalu serius di awal-awal. Dan itu benar, saya merasa demikian. Namun, semakin merenung, saya berpikir, memang ini bukan jalan buat diriku. Masuk ITB nampak sperti mimpi yang jauh nan sulit. Rasanya tidak pantas diriku yang suka menunda-nunda diperbolehkan menginjakkan rumput kampusnya. Ada rasa insecure. Rasa takut. Rasa tidak pantas. 

Mau direloas berkali-kali hingga ribuan kali, tulisan "TIDAK LULUS" tetap tidak akan diubah dan berubah. Dari sini saya belajar, kalau saya sebenernya pinter cuman kurang konsisten. Itu aja! Hari pertama ditolak belajar mati-matian, hari kedua mulai pudar, hari kesepuluh rebahan di sofa doomscroll. Kan itu masalahnya! Saya kurang mau berusaha lebih! Dan konsisten pula! 

Ya sudahlah. When yh.....


Saturday, May 23, 2026

Cukup Senang Hari Ini

 Hari ini ada acara wisuda tahfid di quran, gua jadi bagian yang khatam 3 juz lalu membaca 1 ayat dari al-baqarah. Acara mulai dari jam 8 pagi sampai setengah 12 siang. Perasaan gua: bosen, ngantuk, capek pinggang. Karena memang gak dibolehin bawa hp saat acara di masjid Al-Azhar, jadinya gua bosen banget dah, tetapi satu hal yang menarik saat gua bener2 bosen adalah gua jadi lebih....kreatif mungkin bahasanya? Entah kenapa untuk menghibur kebosanan tanpa hp gua jadi mikirin yang lain-lain, misal keputusan masa lalu rasanya pengen mengubahnya, tentang ucapan pak tedy 2 hari lalu, isengin temen depan gua, jadi lebih mikir macem2 walau gak terlalu karena ada kebisingan juga. Selain itu gua juga heran kenapa ni acara-acara dilama-lamain banget soalnya rasanya kayak repetitif sama ada agenda2 yang harusnya gaada tapi dibikin ada, trus kayak gaada hal2 yang bener2 penting disini kecuali ngambil makan siang dan pulang.

Setelah itu gua samaa keluarga dan kakak gua yang baru pulang dari kos di bandung, pergi ke Mall Kelapa Gading, dan OH YA, gua sempet berkendara full dari rumah sampe sekloah pagi2 pertama kali. Woww..Rasanya unik dan berbeda, terutama mobil yang gua pake lumayan gede ya CR-V tahun 2023, tapi lebih asik pake Nisssan Terra sih yang ladder frame dan pake at konvensional deibandingkan cvt, lebih seru juga. 

Tiba pas gua lagi jalan2(karena bosen duduk2) ehh tiba2 keliatan tuh kayak orang yang gua kenal dari postur tubuhnya yang gemuk dan memakai kaos polo yang warnanya udah pudar, gua panggil lah "Zakhir, Zakhir!" eh beneran dia dong wkwkw. Nampaknya dia lagi buru-buru jadi gak sempet ngobrol banyak tapi cukup terkejut. Gua kira bakal ketemu Essa gitu ato anak2 lainnya yang sering banget ke MKG.

Kita makan di SURA, makanan korea tapi menunya cuman ada daging hamburg dari Jerman....kenyang dan enak! Setelah nyampe rumah gua liat bokap gua kayaknya butuh tidur siang, jadinya gua olahraga sendiri dah main sepeda statis, awalnya cuman 1 jam, tapi lama kelamaan ketagihan, jadi nambah 20 menit gara-gara dengerin lagu pop-rock Indonesia (J-Rocks, Padi, Tipe-X) yang bikin tubuh bersemangat lagi dan simulasi main drum sambil nutup mata, trus tangan gua mukul-mukul udara ngikutin tempo drum dari lagunya, dan rasanya lega banget dan asyik banget pas selesai!

Aghh...Ku rasa aku kesepian....

Hari ini semestinya menjadi hari bahagia bagi semua orang, yaitu hari wisuda SMA. Namun, di dalam hatiku, aku merasa tersiksa. Memang halnya...