Tuesday, May 19, 2026

Ordal dan Pikiran berantakan

 

Ahhh.....Hari yang melelahkan. Ada semacam rasa bersalah dan rasa kebodohan dalam diri gua pada hari ini. Jadi tuh, hari selasa ini gua sama emak dan uti gua, ada rencana untuk bikin sim buat gua. Yang menjadi pembedanya adalah gua gak disuruh tes teori, tes kemahiran, lewatin track dulu untuk mendapatkan sim gua. 

    Maksud gua gini, gua bersyurkur punya orang tua yang punya banyak kenalan, apalagi yang menyangkut hal serupa, tapi timbul pikiran di benak gua kalau misalkan gua kurang testimoni dari sim gua. Bagai katak dalam tempurung, gua merasa diri gua belum berhak untuk mendapatkan sim walaupun gua udah les nyetir tapi pengujian terakhir kan terletak di ujian mendapatkan sim.

    Namun, apadaya karena tidak ada pihak yang bisa disalahkan disini, kendati gua menerima sim gua dengan mudah bagai membayar bakso dipinggir jalan sebesar 700 rb. Disini gua sadar, ternyata orang dalem bisa punya kelebihan, tetapi apakah hal ini menggangu gua? Karena gua ngerasa gak enak aja dengan orang yang bersusah payah tes berulang kali untuk mendapatkan sim yang layak. 

    Ingin dalam pikiran gua untuk dapat selayaknya mendaptkan sim dengan cara yang benar, tetapi gua juga harus patuh terhadap ortu yang sudah merawat gua dari kecil. Memang sedikit dilematis, tapi apa yang bisa gua buat? Yang penting gua gak menggangu atau menghalangi atau membuat orang lain kerepotan. Seperti yang kami alami saat perjalanan berangkat dan pulang dari SAMSAT polri.

    Entah kenapa ya, gua pikir cara uti gua menyetir mobil agak....agresif. Jadi rasanya, seperti setiap 5 menit kita mendapat klakson dari orang lain. Dan mereka mendismiss itu dengan alasan mereaka sendiri. Namun, mari kita liat secara analisis, semua orang pasti ingin mencapai destinasi mereka dengan lancar, tetapi kami kadang merasa ragu didalam perjalanan, entah karena bingung mau lurus atau belok, waktunya mutar balik atau lurus, atau mungkin ragu saja. 

    Semestinya, (evaluasi buat gua), gua sebagai penumpang di depan membuka peta untuk navigasi, alih-alih diam saja mengamati, dan juga gua merasa ada sedikit kekesalan dalam ambiguitas petunjuk dari ibu gua, sebab dari dulu jika ada sebuah belokan, dia pasti ragu apakah disini beloknya atau depan lagi. Gua rasa ini hal yang wajar, tapi gua juga harus terlibat lah dalam hal ini.

    Sekaligus berbicara tentang keterlibatan, kadang-kadang gua merasa lelah jika orang2 entah siapa saja, terus saja berbicara tanpa jeda, entah itu hal yang tidak penting sampai tidak penting sekali, ingin rasanya terlibat tapi takut harus mulai darimana, tetapi kalau dibiarkan malah bikin pusing.

    Sekali lagi berbicara tentang klaskon mobil lain dibelakang kita, memang kita banyak melakukan kesalahan dan belokan yang arogan, tetapi andaikan gua bisa lebih mengarahkan dengan yakin....Sudahlah mungkin gua butuh istirahat.


Selasa 19 Mei 2026

14:07

No comments:

Post a Comment

Ordal dan Pikiran berantakan

  Ahhh.....Hari yang melelahkan. Ada semacam rasa bersalah dan rasa kebodohan dalam diri gua pada hari ini. Jadi tuh, hari selasa ini gua sa...